Blog

  1. Home
  2. Blog
  3. Belum Ada Destinasi Indonesia Tersertifikasi GSTC: Peringatan dan Peluang

Belum Ada Destinasi Indonesia Tersertifikasi GSTC: Peringatan dan Peluang

Pemandangan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo

Per 28 Oktober 2026, direktori destinasi tersertifikasi GSTC belum memuat satu pun destinasi dari Indonesia.

Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan kekayaan alam serta budaya yang besar. Sebagai pembanding, direktori itu memuat Singapura (termasuk Mandai Wildlife Group dan Sentosa), Thredbo di Australia, Helsinki di Finlandia, Järvsö di Swedia, dan The Red Sea di Arab Saudi. Di Asia Tenggara ada juga Imbak Canyon Conservation Area di Malaysia.

Kondisi ini bisa dibaca sebagai peringatan dan sekaligus peluang bagi destinasi yang mulai lebih dulu.

Apa arti “tersertifikasi GSTC”

Global Sustainable Tourism Council (GSTC) adalah badan internasional yang menetapkan GSTC Standards untuk pariwisata berkelanjutan (sebelumnya bernama GSTC Criteria). Standar ini mencakup manajemen keberlanjutan, dampak sosial-ekonomi, warisan budaya, dan perlindungan lingkungan.

GSTC sendiri tidak menerbitkan sertifikat. Sertifikat diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang diakreditasi GSTC. Untuk destinasi, halaman akreditasi GSTC mencantumkan EarthCheck, Green Destinations, dan Vireo Srl sebagai lembaga sertifikasi, dengan GSTC Destination Standard sebagai salah satu standar acuannya.

Dua hal yang mendorong urgensinya

Dari sisi kebijakan, Indonesia sudah memiliki Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan lewat Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021, yang statusnya masih berlaku di JDIH Kemenpar.

Dari sisi pasar, survei Booking.com 2025 terhadap 32.000 pelancong di 34 negara menemukan bahwa 93% ingin membuat pilihan perjalanan yang lebih berkelanjutan.

Masalah yang sering muncul di lapangan

Dalam pendampingan kami, banyak destinasi sudah menjalankan pengelolaan sampah, pelibatan komunitas, dan pengurangan dampak lingkungan. Inisiatif itu sering berjalan sendiri-sendiri, belum terukur, dan belum disusun mengikuti GSTC Standards.

Saat destinasi siap mengajukan sertifikasi, dokumen, data dasar, dan sistem manajemen yang diminta sering harus disusun dari awal. Hambatannya ada di kesiapan SDM dan kerangka kerja.

Sertifikasi dinilai dari praktik di lapangan

Menurut GSTC, proses sertifikasi destinasi mencakup penilaian mandiri, penyerahan dokumen bukti ke lembaga sertifikasi, audit lapangan, dan audit tahunan. Karena ada audit lapangan, pengelola perlu menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan benar-benar berjalan, tidak hanya tertulis. Misalnya, pengelola perlu bisa menjawab pertanyaan seperti: apakah ada data dasar emisi karbon destinasi, apakah dampak terhadap komunitas dipantau, dan bagaimana daya dukung kawasan diukur.

Tim yang belum memahami GSTC Standards secara menyeluruh akan sulit menjawabnya. Karena itu kami memandang pemahaman standar di tim pengelola sebagai langkah awal yang membantu. Ini pandangan kami: dalam tahapan GSTC, pelatihan berstatus opsional dan datang setelah penilaian mandiri.

Apa yang didapat dari GSTC Sustainable Tourism Course

Kursus ini membedah GSTC Standards dan mengubahnya menjadi panduan kerja: apa yang diukur, apa yang diubah, dan apa yang didokumentasikan. Peserta jadi mengenal GSTC Destination Standard, standar acuan sertifikasi destinasi oleh EarthCheck, Green Destinations, dan Vireo. Peserta yang menyelesaikan kursus berhak mengikuti ujian resmi GSTC untuk memperoleh Professional Certificate in Sustainable Tourism.

Pendampingan menuju sertifikasi

Pelatihan menyiapkan tim. Untuk sampai ke audit, destinasi biasanya masih memerlukan pendampingan. Wise Steps Consulting menyediakan Sustainability Certification Assistance, pendampingan proses sertifikasi keberlanjutan yang antara lain mencakup preliminary assessment, mock-up audit, bimbingan dokumentasi, dan pendampingan audit. Layanan ini mempersiapkan destinasi, tetapi hasil audit tetap ditentukan lembaga sertifikasi.

Destinasi mana yang jadi yang pertama?

Wise People, pertanyaan yang lebih berguna adalah destinasi mana yang akan lebih dulu membangun kesiapan timnya.

Wise Steps Consulting adalah GSTC Training Partner yang menyelenggarakan GSTC Sustainable Tourism Course dalam Bahasa Indonesia, tersedia sebagai Online Course dan Offline Course. Jadwal batch dan harga ada di halaman Offline Course dan Online Course.

Referensi

Artikel Terkait

Menu
English »