
Overview
Pariwisata merupakan salah satu mesin ekonomi terbesar Indonesia, namun juga penyumbang emisi karbon yang signifikan. Whitepaper Edisi Ke-4 tahun 2026 ini, yang disusun oleh Wise Steps Consulting bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, menguraikan peta jalan strategis, kebijakan, dan aksi nyata untuk mentransformasi pariwisata Indonesia menjadi sektor yang tangguh iklim dan rendah emisi.
Apa yang Akan Anda Temukan dalam Whitepaper Ini? Dokumen ini memberikan analisis mendalam mengenai transisi sektor pariwisata Indonesia dari fase pemulihan pasca-pandemi menuju keberlanjutan jangka panjang.
- Realitas Emisi Pariwisata: Data terbaru menunjukkan pariwisata menyumbang 8% dari emisi karbon global, di mana setiap dolar yang dihasilkan sektor ini menghasilkan 1,02 kg emisi gas rumah kaca.
- Urgensi Pariwisata dalam NDC: Analisis mengapa pariwisata wajib masuk secara eksplisit dalam NDC periode berikutnya. Sebagai sektor andalan ekonomi yang sangat rentan terhadap dampak iklim (seperti kenaikan muka laut dan krisis air), pelibatan ini krusial untuk memastikan kontribusi nyata terhadap target Net Zero Emissions dan memperkuat keberlanjutan destinasi nasional.
- Peta Jalan Dekarbonisasi (Roadmap): Panduan komprehensif mengenai tahapan transisi industri mulai dari pelaporan sukarela (voluntary) pada 2026-2030 hingga skema kepatuhan wajib (mandatory) pada 2031-2060.
- Strategi Mitigasi & Adaptasi: Penjelasan rinci mengenai implementasi Ekonomi Biru, Hijau, dan Sirkular (BGCE), efisiensi energi di perhotelan, serta adaptasi berbasis komunitas melalui program Desa Wisata Iklim (Proklim) dan destinasi carbon offset.
- Inovasi Teknologi & Kebijakan: Pengenalan Online Single Portal (OSP) sebagai pusat data emisi yang terintegrasi dengan Sistem Registri Nasional (SRN), serta kerangka kerja Proyek iCOAST untuk pendanaan hijau dan rantai pasok berkelanjutan.
Siapa yang Harus Membaca Dokumen Ini? Publikasi ini dirancang sebagai referensi utama bagi:
-
Pembuat kebijakan dan pemerintah daerah.
-
Pelaku industri pariwisata (Hotel, Travel Agent, Pengelola Destinasi).
-
Investor dan lembaga pendanaan hijau.
-
Akademisi dan konsultan keberlanjutan.
Unduh Whitepaper ini sekarang untuk memahami bagaimana Indonesia memimpin transisi pariwisata regeneratif di tingkat ASEAN.



